Langsung ke konten utama

The beginning of my college

Setelah lulus SMA, pasti semua galau antara lanjut kuliah atau kerja atau nikah aja, ya kan? (Option ketiga disarankan jangan dulu kalau belum ada pasangannya ya). Sama kok, gue juga. Tapi karna orang tua mau anaknya lanjut kuliah, so gue pilih kuliah. Nah terus? Gue mau kuliah dimana? Jurusannya apa? Honestly, dari awal gue suka banget sama psikologi. Hal-hal yang berhubungan dengan kepribadian is like... my passion. Because I like hearing people's story. But, in short, that's not my luck. I choose English education at college,  because my mom wants me to be a teacher. It feels like wow i'll be a teacher. Can I? How to be a teacher? How if.... How if.... so many "how if" in my mind. Seiring berjalannya waktu, ternyata lagi-lagi gue harus bersyukur karna sudah masuk di jurusan yang tepat (menurut gue). Ternyata, banyak hal menarik yang terjadi di kehidupan perkuliahan ataupun di luar perkuliahan itu sendiri.

Pertama, at the beginning of my study, the 2nd semester (actually). I received the request from my tutor to be an English tutor at the bmbel genio. Bingung sebenernya.. belum punya pengalaman apa-apa di dunia pengajaran tapi udah ditawarin ngajar. Cuma ya sambil menyelam minum air lah, buat belajar dan melatih diri dalam mengajar kenapa enggak? Yaudah akhirnya gue terima tawaran mengajarnya. My first experience of teaching was teaching the middle school students. How it feels like? Rasanya kayak..... oh seperti ini toh duduk di depan anak-anak sekolah berbicara sendiri dan didengar anak-anak murid. Grogi? Pasti! Apakah perjalanan mengajar gue dari awal itu mulus? Tentu tidak. Apakah kalian fikir mengajar itu mudah? Tentu tidak bisa dianggap remeh. Mengajar dan mendidik apakah sama? Tentu beda. Mengajar adalah memberikan informasi dan materi-materi yang sudah disiapkan dan membuat siswa faham dan pintar mengenai materi yang diajarkan. Bagaimana dengan mendidik? Mendidik adalah upaya untuk merubah sikap seseorang dari buruk menjadi baik, dari yang tidak bisa dilakukan menjadi bisa dilakukan. I still need more experiences to be a good educator and I always hope that I can be the educator, not only the teacher. Bismillah. Btw, I wanna say a big thanks to ka Eki, the one who gave me the chance to be the beginner teacher in my very young age. He..he..

Kedua, selama beberapa bulan menjadi tutor di bimbel, alhamdulillahnya gue mendapat tawaran lagi yaitu jadi guru private. Awalnya takut, karna gue baru punya sedikit pengalaman mengajar dan sibuk kuliah. Ditambah lagi, gue harus mengajar anak sd yang super aktif dan cerdas. But, it's a challange, right? So, that's ok I accepted that request. I've had the struggle in the middle of my job. Because of too many tasks I had from college, gue banyak izin sama orang tuanya dan itu tidak baik. Akhirnya, gue tidak melanjutkan lagi dan berhenti. Thanks a bunch to Yuyun  who asked me to teach Rafael and apologize bcs I couldn't be as best as you did to him.

Ketiga, this is the best thing I've ever had in my life. I have friends!! Whoahaha. Setelah 2 tahun tidak merasakan tertawa puas. Akhirnya ada juga manusia-manusia aneh bin ajaib yang membuat hidup gue ada merah kuning ijo nya. He..he.. sedikit cerita aja, lagi-lagi harus bersyukur karna awal kuliah adalah awal gue jomblo, jadi gue harus pinter-pinter bergaul dengan siapapun. Akhirnya di semester 3, karna sebuah project matkul yaitu drama. Gue bertemu dengan mereka dan sampai sekarang alhamdulillah masih bisa bareng-bareng terus.

Jadi, pada masa-masa awal kuliah gue alhamdulillah banyak  pengalaman yang gue dapet. Masih banyak hal yang harus gue pelajari terutama dalam hal mengajar dan mendidik. I'm not the perfect person, but I'll try to be better. Life is a process to be a better person. Having good friends also makes my life more colorful. I'm glad to know them and I'll preserve my journey with them soon.
Thanks for giving your time to read this. Maaf kalau bahasanya gado-gado karna ya seneng aja bikin gado-gado 😀 He..he..

Komentar